Membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembinaan)

November 29, 2008

Bagaimana sebenarnya RPP yang baik itu? RPP yang baik adalah sebuah uraian perencanaan yang lengkap yang dapat membantu pembina untuk membina adik didiknya. RPP tersebut sekurang-kurangnya memuat identitas, tujuan, materi, metode, proses kegiatan, sumber media, dan penilaian. RPP baik selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya dari golongan yang akan dibina. Berikut langkah pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembinaan) yang dimaksud.

1. Tulislah Identitas
Tulislah identitas RPP dengan rinci, yakni nama gugusdepan, materi pembinaan,golongan, dan alokasi waktu. Identitas tersebut digunakan untuk penanda RPP yang satu dengan yang lainnya. Ibaratnya, identitas tersebut sebagai judulnya.

2. Tulislah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Tulislah standar kompetensi yang terdapat dalam kurikulum 2006 dengan tepat kemudian di bawahnya juga ditulis kompetensi dasar yang juga terdapat dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU). Sebaiknya, standar kompetensi dan kompetensi dasar tidak ditambahi atau dikurangi, jangan lupa sesuaikan dengan golongan peserta didik.

3. Tulislah Indikator
Indikator merupakan penanda keberhasilan sebuah kompetensi dasar. Indikator dituliskan dalam bentuk kata kerja yang merupakan tindak belajar dalam pencapaian kompetensi dasar. Contohnya, kalau kompetensi dasar berupa menabung tahu berarti indikatornya mengidentifikasibank, menentukan bank, menyerahkan uang, dan membawa buku tabungan. Banyak orang yang bingung menentukan indikator. Indikator dapat pula dikatakan sebagai urutan sebuah kompetensi terjalani.

4. Tulislah Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan target pembelajaran yang akan dicapai yang bertumpu pada kompetensi dasar dan dikembangkan dari indikator. Tujuan pembelajaran bersifat ABCD (audience, Behavior, condition, dan degree). Maksudnya, dalam tujuan pembelajaran harus terdapat peserta didik (audience), tingkah laku belajar (behavior), kondisi belajar (condition), dan tingkat keberhasilan (degree). Contoh tujuan, setelah mengamati proses upacara (condition), peserta didik (audience) diharapkan dapat membandingkan sikap siap yang benar (behavior) dengan tiga pembandingan (degree).

5. Tulislah Materi Pembinaan
Banyak RPP yang hanya menuliskan materi pembinaan dua kata saja sebagai judulnya selanjutnya tidak ada sama sekali uraiannya. Sebaiknya, materi RPP ditulis dengan runtut, sistematis dan mengacu pada fakta, konsep, prosedur, dan prinsip. Dengan begitu berarti, materi harus ditulis dengan rinci, dikembangkan, dan lengkap. Keuntungan materi ditulis dengan lengkap adalah agar pembina pada waktu selanjutnya dapat menulis buku pembinaan atau modul berdasarkan materi tersebut.

6. Tulislah Metode Pembinaan
Metode pembinaan dapat ditulis berdasarkan metode yang akan digunakan baik metode penyampaian materi, pengelolaan suasana belajar, maupun penanganan peserta didik. RPP yang baik menuliskan metode beserta model pembelajarannya.

7. Proses Pembinaan
Langkah pembelajaran merupakan proses berlangsungnya pembelajaran yang ditandai oleh bertemunya pembina, peserta didik, materi, metode, media, dan suasana. Untuk itu, proses pembinaan yang baik diharapkan mencerminkan pertemuan berbagai aspek sebagai sebuah sistem. Proses pembinaan ditulis secara berurutan dari awal guru masuk kelas sampai dengan guru keluar kelas. Proses pembinaan terdiri atas pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.
Dalam pendahuluan, disertakan satuan waktu keberlangsungannya. Pendahuluan terdiri atas pernyataan yang mencerminkan (1) mengecek kesiapan belajar peserta didik, media, dan tempat latihan, (2) apersepsi, dan (3) penyampaian tujuan. Kegiatan inti haruslah rinci dan runtut yang mencerminkan keterlibatanpeserta didik sebagai subjek. Contoh kalimat dalam langkah pembelajaran yang buruk “pembina mengajak siswa untuk mecermati perubahan awan menjadi hujan”. Kalimat tersbut dapat diubah menjadi “peserta didik mencermati perubahan bentuk awan menjadi hujan” untuk kompetensi dasar mengenal alam. Kalimat pertama mencerminkan pembina dominan sedangkan kalimat kedua mencerminkan peserta didik aktif dan sebagai subjek. Penutup terdiri atas (1) refleksi dan (2) tindak lanjut.

8. Sumber Belajar dan Media
Sumber belajar adalah acuan yang mampu meberikan proses belajar dalamlatihan. Sumber belajar dapat berupa buku, internet, ahli atau tokoh, dan tempat atau lokasi tertentu. Media merupaan sesuatu yang dipakai dalam pembelajaran karena mempunyai pesan dan informasi berkaitan dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.

9. Penilaian
Tuliskan penilaian secara lengkap, berupa soal (kalau objektif), rubrikmya, skor, kunci jawaban, dan rambu-rambu lain.

10. Identitas Pembuat
Jangan lupa cantumkan kota, tanggal dan tanda tangan pembuat beserta nama lengkap. Sebelah kiri, tuliskan mengetahui Kamabigus.

Selamat mencoba membuat RPP. Ingat, RPP merupakan acuanpembina dalam membina peserta didik sehingga perlu dibuat dengan sebaik-baiknya


Disiplin dan Kasih Sayang

November 10, 2008

Dua orang pembina pramuka (senior dan junior) bersampan di danau buatan dalam sebuah taman tekreasi di sela-sela waktu istirahat ketika mendampingi adik-adik didiknya melakukan darmawisata. Setelah bersampan kurang lebih sepuluh menit pembina junior mengadukan keluh kesahnya selama mendampingi adik-adik didiknya, ia berkeluh “Kak, mengapa adik-adik kita sekarang begitu susah diatur, tidak mau melakukan apa yang kita sampaikan kepada mereka (sambil terus menggerutu akibat perilaku adik-adik didiknya). Pembina senior dengan penuh kesabaran mendengarkan keluh kesah juniornya.

Setelah si pembina junior puas mengutarakan uneg-unegnya, dengan tenang kakak pembina senior berucap “Dik, sekian lama kita bersampan kakak perhatikan kau hanya mendayung pada sisi kiri perahu saja, cobalah kau dayung pula di sisi kanan perahu kita ini”. Lanjut si kakak pembina senior “Dik, bila mendayung di sisi kiri kita namakan “disiplin” dan mendayung di sisi kanan kita sebut “kasih sayang” maka perahu ini akan bergerak ke depan jika kita dayung di kedua sisinya. Ketika tadi kau mendayung hanya di sisi kiri saja, kita hanya berputar-putar saja di tepian danau ini. Sekarang kau dayung perahu kita pada kedua sisinya dan kita perlahan tapi pasti sampai di tengah danau ini”.

Mengertikah kau dik, jika adik-adik kita hanya kita sentuh dengan kedisiplinan saja mereka hanya akan berputar-putar saja dan merasa jenuh. Tetapi coba jika kedisiplinan kita seimbangkan dengan kasih sayang yang tulus, adik-adik kita tentu akan melampaui kita suatu saat nanti. Cobalah, mari kita membina adik-adik kita dengan disiplin yang bertanggung jawab dan kasih sayang yang sepenuh hati. Pembina muda tersipu mendengar ungkapan seniornya, lalu mereka kembali ke daratan dan memberikan kasih sayang tulus, menanamkan kedisiplinan tinggi kepada adik-adik didiknya.


SUKSES

Oktober 31, 2008

SUKSES tidak lahir karena kebetulan dan keberuntungan semata. Sebuah SUKSES terlahir karena niat yang baik, perencanaan yang matang, dan diikhtiarkan.

Kalimat bijak di atas saya dengar dari seorang motivator di sebuah pelatihan yang kami kelola beberapa waktu yang lalu. Saya tertegun sejenak ketika mendengar kalimat itu. Seperti ada guyuran air dingin yang mengalir dari ubun-ubun dan menyapu bersih seluruh tubuh. Dalam hati saya bergumam, betapa luar biasa seorang-orang yang dapat meraih kesuksesan dengan niatan yang baik, perencanaan terukur, dan usaha yang tak terhenti. Sungguh bijak kalimat itu.

“Selama ini, belum pernah saya merasakan berusaha secara maksimal dalam megerjakan suatu pekerjaan. Perasaan menyepelekan pekerjan seringkali mengiringi setiap langkah, bahkan pernah pula harus menyelesaikan pekerjaan dengan tergesa-gesa karena deadline. Sehingga belum sekalipun saya merasakan kesuksesan yang sesungguhnya dalam dunia kerja”. Demikian seorang bapak peserta training menyampaikan keluh-kesahnya setelah sesion berakhir. Apa yang seharusnya saya lakukan? tanyanya.

Pak. Memang kesuksesan yang sebenarnya tidak dapat diukur dengan ukuran yang kasat mata, ujar sang motivator membuka jawaban. Kesuksesan yang sebenarnya jauh lebih dalam bisa kita rasakan dalam kalbu kita, dan sejauh mana yang kita sebut dengan kesuksesan itu memberikan pengaruh yang baik bagi orang-orang di sekeliling kita. Bukankah nilai diri manusia terletak pada seberapa besar ia dapat memberi manfaat bagi sesamanya?

Tersenyumlah si bapak mendengar jawaban bijak sang motivator. Sepertinya ada angin segar bertiup di antara relung kalbunya. Sepertinya ia menyadari suatu pelajaran hidup yang agung. Tersenyum pula sang motivator menyaksikan perubahan raut muka si bapak peserta training.

Para pandu yang kucinta,

Sekelumit kisah di atas bila kita cermati tentulah dapat menjadi pelajaran berharga buat kita para pandu. Karena kita adalah pemandu, oleh sebab itu niatan kita mestilah tulus menghantarkan seorang-orang yang kehilangan arah menemukan pelabuhan yang tepat. Bukankah tidak begitu penting di mana kita sekarang berada? Melainkan jauh lebih penting ke mana kita akan pergi. Dengan demikian dapat kita tentukan dengan kendaraan apa kita akan mencapai tujuan tersebut.

Jadilah pandu yang telah tahu ke mana pulau tujuanmu, sehingga engkau benar-benar tahu dengan perahu yang mana engkau akan berlayar.

Teruslah memandu.


MENGAPA HARUS SIAGA

Oktober 16, 2008

Padu-pandu yang kucinta,

Tentunya kita masih ingat, ketika kita SIAGA (umur 7-10 th) dulu Yanda dan Bunda (sebutan untuk pembina pramuka siaga) kita mengelompokkan kita dalam barung-barung (nama kelompok kecil pramuka siaga, terdiri atas 7-10 anak). Ada yang diberikan nama barung hijau, barung merah, barung kuning, dan ada pula yang lainnya. Kemudian suatu waktu Yanda dan Bunda mengumpulkan seluruh barung yang ada dan menyebut kumpulan barung itu sebagai perindukan.

Di dalam barung Yanda dan Bunda mengembangkan keterampilan pribadi anak didiknya, seperti membersihkan, tangan, gigi, telinga, kuku, dan bagian anggota tubuh lainnya. Dikembangkan pula keterampilan pribadi yang lain, sebut saja kemampuan membedakan warna (penglihatan), kemampuan membedakan bau (penciuman), kemampuan membedakan suara (pendengaran), kemampuan membedakan bentuk (perabaan), dan kemampuan membedakan rasa (pengecapan).

Jika kita cermati, kemampuan-kemampuan yang dikembangkan oleh Yanda dan Bunda di atas merupakan kemampuan dasar yang memang seharusnya dilatih oeh manusia sehingga berkembang dengan maksimal. Siaga memanglah usia dasar perkembangan kehidupan manusia. Karena dasar, maka harus dikuatkan pondasi kemampuan dasarnya untuk perkembangan yang baik di masa-masa selanjutnya.

Ilustrasi lain. Tentu para pandu masih ingat dengan lagu berikut:

Kalau kau suka hati tepuk tangan …. Kalau kau suka hati petik jari …. Kalau kau suka hati hentak kaki …. Kalau kau suka hati bilang hore …. Kalau kau suka hati mari kita lakukan …. Kalau kau suka hati ….

Syair lagu di atas menghendaki yang menyanyikan lagu tersebut juga melakukan perintah yang ada dalam syair lagu tersebut. Tanpa terasa si anak (baca:siaga) menggerakkan tangan, kaki, dan mulutnya mengikuti syair lagu yang dinyanyikan. Inilah salah satu proses belajar dalam kepramukaan “belajar tapi tidak merasa belajar”.

Melalui metode bernyanyi bersama, para siaga melatih tangan dan kakinya, melatih pendengaran dan bicaranya tanpa Yanda dan Bunda menyuruh mereka untuk bergerak dan berbicara. Para siaga tetap dalam kondisi riang gembira, tanpa ada perasaan tegang, keterpaksaan, dan tanpa perasaan negatif lainnya. Yang ada hanyalah kegembiraan, karena memang hal inilah proses pembelajaran bagi para pramuka.

Selanjutnya di tingkat PERINDUKAN, para siaga diberikan pengalaman oleh Yanda dan Bunda bagaimana merasakan kekalahan, bagaimana menikmati kemenangan, bagaimana menghargai teman lain, bagaimana pula bersikap santun kepada yang lebih tua. Pada tingkat perindukan, siaga dikembangkan keterampilan sosialnya, emosionalnya, dan spiritualnya meskipun dalam tataran dasar sesuai dengan usia siaga.

Lantas, mengapa disebut siaga?

Hal ini dikiaskan dengan masa pergerakan kemerdekaan Indonesia, yakni masa bersiaga (pergerakan nasional 1908). Kita ingat dalam sejarah bangsa Indonesia, pada masa-masa inilah mulai tumbuh generasi pembaharu yang muali berpikir dan mengusahakan kemerdekaan bangsa, sebut saja masa  Dr. Sutomo dengan gerakan Boedi Oetomo, dan beberapa organisasi pergerakan lain yang mengikutinya. Peristiwa inilah yang melandasi penyebutan golangan Siaga dalam Gerakan Pramuka.

Tapi yang lebih penting sekarang wahai para pandu yang kucinta,

Ingatlah bahwa dalam keadaan apapun pandu-pandu pertiwi haruslah senantiasa menyiagakan diri menghadapi segala tantangan yang ada di hadapan negeri ini, baik yang tampak maupun yang masih tertutup kabut ketidakpastian. red//

diposkan oleh m.roem (purna pandega pramuka unesa).


PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

Oktober 15, 2008

Dalam menjalankan aktivitasnya, pramuka memiliki empat prinsip yang menjadi pegangan, keempat prinsip tersebut dikiaskan dengan seorang-orang pramuka yang berdiri tegak dengan merentangkan kedua tangannya secara lurus horizontal.

Arah kepala (ke atas), mengiaskan bahwa kegiatan kepramukaan tidak pernah meninggalkan unsur keimanan terhadp Tuhan Yang Maha Esa. Artinya berarti pramuka tidak pernah meninggalkan nilai-nilai ajaran agamanya dalam berkegiatan.

Arah tangan (kanan-kiri), mengiaskan bahwa kegiatan pramuka senantiasa mempedulikan sesama dan alam lingkungannya. Artinya berarti pramuka senantiasa bersosialisasi dengan orang lain dan senantiasa berusaha menjaga keseimbangan alam dalam berkegiatan.

Arah kaki (ke bawah), mengiaskan bahwa pramuka peduli pada dirinya sendiri. Selalu berusaha menjaga kebersihan tubuhnya, menjaga kesehatannya. Bukan seperti lilin yang menerangi sekitarnya tetapi dirinya sendiri terbakar.

Arah pusat (dada), mengiaskan bahwa pramuka selalu berpegang teguh pada kode kehormatannya yang berupa satya dan darma pramuka.

Demikianlah seharusnya para pramuka menggunakan keempat prinsip di atas dalam menjalani aktivitasnya sebagai pandu negeri ini.

Ayo berkreasi, berdediaksi, tanpa melupakan prinsip dasar yang kita miliki. red//


Simpul Pangkal

Oktober 15, 2008

Simpul pangkal. Kebanyakan orang menyebut dengan tali timba, karena memang sering difungsikan untuk mengikat gagang timba (ember) ketika menimba air dari sumur.

Fungsi utama dari simpul pangkal adalah untuk mengawali dan mengakhiri berbagai jenis ikatan. Karena fungsi inilah, maka disebut dengan simpul pangkal.


Read It. Have It All

Oktober 15, 2008

BACALAH. MILIKI SEMUANYA.

Para pandu yang kucinta,

Belantara dunia merupakan buku besar kehidupan. Ada kebahagiaan di sana, ada kepedihan di sana, ada tangisan di sana, ada pula kehangatan di sana, dan ada berjuta hal-hal lain yang mungkin belum pernah kau saksikan sepanjang perjalanan hidupmu sampai saat ini.

Mungkin kau tak bisa lagi menghitung berapa jauh jalan panjang berliku kau lalui, sudah berapa tinggi puncak terjal kau daki, sudah berapa pula luas belantara kau jelajahi. Tentu, semakin jauh jalan panjang berliku kau lalui, semakin tinggi kau puncak terjal kau daki, dan semakin luas belantara kau jelajahi, semakin banyak pula kau melihat dunia ini.

Sudahkah kau membaca buku besar itu sepanjang perjalananmu mengarungi dunia ini?

Sesungguhnya sebanyak kau melihat, sebanyak itu pulalah kau membaca dunia melalui penglihatanmu dan pengetahuan itu berhak kau miliki. 

Sebanyak kau mendengar, sebanyak itu pulalah kau membaca dunia melalui pendengaranmu dan pengetahuan itu berhak kau miliki.

Sebanyak kau merasa, sebanyak itu pulalah kau membaca dunia melalui perasaanmu dan pengetahuan itu berhak kau miliki.

Sebanyak kau berpikir, sebanyak itu pulalah kau membaca dunia melalui pikirannmu dan pengetahuan itu berhak kau miliki.

Demikianlah Tuhan memberikan pelajaran kepada hambanya melalui semesta ciptan-Nya. red//


Salam Persaudaraan

Oktober 15, 2008

Blog ini merupakan logbook (baca: catatan) dari penulis yang banyak diilhami dari pengalaman berkegiatan selama pemanduan, baik di kegiatan pramuka, outbound, maupun pelatihan-pelatihan yang pernah dipandu oleh penulis.

Blog ini berharap catatan yang ada dapat menjadi jembatan bagi para pandu (baca: pramuka) untuk senantiasa progresif dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Untuk itu, semua pihak dapat berkomunikasi melalui blog dengan energi dinamis yang bermanfaat bagi semua. red.